Minggu, 03 Desember 2017

Bolu Awak, Oleh-oleh khas Batam Milik Arie Untung Resmi Di Buka

Minggu tanggal 3 Desember 2017 merupakan jadwal peluncuran Bolu Awak, oleh-oleh khas Batam Milik Ari Untung artis papan atas Indonesia. Seingat saya, mas Ari Untung ini spesialis pembuka program. Jadi banyak program TV yang saat pertama dilaunching pembawa acaranya adalah Ari Untung. Itu seh yang saya perhatikan, tapi secara ke-artisan menurut saya beliau sangat berintegritas dan profesional selain itu memang sangat menghibur. Saat ini beliau sedang membuka bisnis kuliner oleh-oleh khas Batam dengan nama bolu awak.

Anak Pertama saya Foto bersama Arie Untung

Saat Launching Bolu Awak tersebut, temen-temen penggiat media social dan bloger di undang untuk menghadiri acara tersebut. Saya yang baru bergabung dengan komunitas blogger kepri juga ikut menghadiri acara tersebut, sebenernya hanya menemani istri yang lebih dulu gabung dalam komunitas tersebut.

Acara yang dihadiri langsung oleh Ari Untung berlangsung sangat meriah, berbagai elemen masyarakat dan komunitas juga turut hadir untuk memeriahkan acara pembukaan Bolu Awak. Mereka juga berbondong-bondong untuk membeli Bolu Awak yang langsung dilayani sendiri oleh Arie Untung.
Suasana Pembukaan Toko Bolu Awak di Ruko KDA Junction

Bolu awak sendiri merupakan bahasa melayu yang artinya Bolu Kita, nama ini dipakai dengan harapan agar mudah diterima masyarakat. Sehingga bolu awak bisa menjadi pilihan oleh-oleh bagi masyarakat. Begitulah penjelasan dari Pek Erwin selaku pemilik Bolu Awak di cabang Batam.

Toko Bolu Awak berada di Ruko KDA Junction Blok D No.9 dan Vanilla Hotel lt. Dasar, buka setiap hari mulai pukul 08.00-21.00 WIB. Ada tiga jenis pilihan rasa yang ada di Bolu Awak yaitu Taro Cheese, Japanese Cheese Cake dan Cheese Tart.

Menurut mas Arie, yang membedakan Bolu Awak dengan jajanan oleh-oleh milik artis lainnya adalah Cheese Cake, karena hanya Bolu Awak yang menawarkan varian Cheese Cake. Untuk kedepannya mas Arie janji akan mengembangkan makanan khas lokal dan sekarang masih dalam proses riset pengembangan menunya. Harga bolu awak juga lumayan terjangkau, Taro Cheese dijual dengan harga Rp. 25ribu, Japanese Cheese Cake mulai dari Rp. 55ribu dan untuk Cheese Cake ditawarkan dengan harga mulai Rp. 75ribuan.

Dalam kesempatan tersebut, kami berkesempatan untuk mencoba Taro Cheese salah satu menu yang ditawarkan di Bolu Awak. Teksturnya lembut, enak dan manisnya pas. Anak saya sampai nambah berkali-kali.

Jadi kalau anda sedang di Batam, mungkin Bolu Awak bisa menjadi salah satu alternatif oleh-oleh untuk dibawa pulang. Bagi yang berminat bisa langsung ke gerai resminya dengan alamat diatas atau dapat menghubungi Fb : Bolu Awak, IG : @boluawak atau CP : 08116666776.

Senin, 13 November 2017

Pengendalian Keamanan Sistem Informasi

Kontrol keamanan sistem informasi

Berkaitan dengan keamanan sistem informasi, diperlukan tindakan berupa pengendalian terhadap sistem informasi. Kontrol-kontrol untuk pengamanan sistem informasi antara lain:

A. Kontrol administrative
Kontrol administratif dimaksudkan untuk menjamin bahwa seluruh kerangka kontrol dilaksanakan sepenuhnya dalam organisasi berdasarkan prosedur-prosedur yang jelas. Kontrol ini mencakup hal-hal berikut:

  1. Mempublikasikan kebijakan kontrol yang membuat semua pengendalian sistem informasi dapat dilaksanakan dengan jelas dan serius oleh semua pihak dalam organisasi.
  2. Prosedur yang bersifat formal dan standar pengoperasian disosialisasikan dan dilaksanakan dengan tegas. Termasuk hal ini adalah proses pengembangan sistem, prosedur untuk backup, pemulihan data, dan manajemen pengarsipan data.
  3. Perekrutan pegawai secara berhati-hati yang diikuti dengan orientasi pembinaan, dan pelatihan yang diperlukan.
  4. Supervisi terhadap para pegawai. Termasuk pula cara melakukan kontrol kalau pegawai melakukan penyimpangan terhadap proses yang diharapkan.
  5. Pemisahan tugas-tugas dalam pekerjaan dengan tujuan agar tak seorangpun yang dapat menguasai suatu proses yang lengkap. Sebagai contoh, seorang pemrogram harus diusahakan tidak mempunyai akses terhadap data produksi (operasional) agar tidak memberikan kesempatan untuk melakukan kecurangan.
B. Kontrol pengembangan dan pemeliharaan sistem
Untuk melindungi kontrol ini, peran auditor pada sistem informasi sangatlah penting. Auditor sistem informasi harus dilibatkan dari masa pengembangan hingga pemeliharaan sistem untuk memastikan bahwa sistem benar-benar terkendali, termasuk dalam hal otorisasi pemakai sistem. Aplikasi dilengkapi dengan audit trail sehingga kronologi transaksi mudah untuk ditelusuri.

C. Kontrol Operasi
Kontrol operasi dimaksudkan agar sistem beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Yang termasuk dalam kontrol ini adalah:

  1. Pembatasan hak akses data
  2. Kontrol pengguna sistem
  3. Kontrol peralatan
  4. Kontrol penyimpanan arsip
  5. Pengendalian virus.


D. Proteksi fisik terhadap pusat data
Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terhadap pusat data, faktor lingkungan yang menyangkut suhu, kebersihan, kelembaban udara, bahaya banjir, dan keamanan fisik ruangan perlu diperhatikan dengan benar. Peralatan-peralatan yang berhubungan dengan faktor-faktor tersebut perlu dipantau dengan baik.

Untuk mengantisipasi segala kegagalan sumber daya listrik, biasa digunakan UPS. Dengan adanya peralatan ini, masih ada kesempatan beberapa menit sampai satu jam bagi personil yang bertanggung jawab untuk melakukan tindakan-tindakan seperti memberikan peringatan pada pemakai untuk segera menghentikan aktivitas yang berhubungan dengan sistem komputer. Sekiranya sistem memerlukan operasi yang tidak boleh diputus, misalnya pelayanan dalam rumah sakit maupun Puskesmas, sistem harus dilengkapi generator listrik tersendiri.

E. Kontrol perangkat keras
Untuk mengatisipasi kegagalan sistem komputer, terkadang organisasi menerapkan sistem komputer yang berbasis fault-tolerant (toleran terhadap kegagalan). Sistem ini dapat berjalan sekalipun terdapat gangguan pada komponen-komponennya. Pada sistem ini, jika komponen dalam sistem mengalami kegagalan, maka komponen cadangan atau kembarannya segera mengambil alih peran komponen yang rusak dan sistem dapat melanjutkan operasinya tanpa atau dengan sedikit interupsi.
Sistem fault-tolerant dapat diterapkan pada lima level, yaitu pada komunikasi jaringan, prosesor, penyimpan eksternal, catu daya, dan transaksi. Toleransi kegagalan terhadap jaringan dilakukan dengan menduplikasi jalur komunikasi dan prosesor komunikasi. Redundasi prosesor dilakukan antara lain dengan teknik watchdog processor, yang akan mengambil alih prosesor yang bermasalah.
Toleransi terhadap kegagalan pada penyimpan eksternal antara lain dilakukan melaluidisk memoring atau disk shadowing, yang menggunakan teknik dengan menulis seluruh data ke dua disk secara pararel. Jika salah satu disk mengalami kegagalan, program aplikasi tetap bisa berjalan dengan menggunakan disk yang masih baik. Toleransi kegagalan pada catu daya diatasi melalui UPS. Toleransi kegagalan pada level transaksi ditangani melalui mekanisme basis data yang disebut rollback, yang akan mengembalikan pada keadaan semula yaitu keadaan seperti sebelum transaksi dimulai sekiranya di pertengahan pemrosesan transaksi terjadi kegagalan.

F. Kontrol akses terhadap sistem computer
Untuk melakukan pembatasan akses terhadap sistem, setiap pemakai sistem diberi otorisasi yang berbeda-beda. Setiap pemakai dilengkapi dengan nama pemakai danpasswordPassword bersifat rahasia sehingga diharapkan hanya pemiliknyalah yang tahu password-nya. Setelah pemakai berhasil masuk ke dalam sistem (login), pemakai akan mendapatkan hak akses sesuai dengan otoritas yang telah ditentukan. Terkadang, pemakai juga dibatasi oleh waktu. Kontrol akses juga bisa berbentuk kontrol akses berkas. Sebagai contoh, administrator basis data mengatur agar pemakai X bisa mengubah data A, tetapi pemakai Y hanya bisa membaca isi berkas tersebut.
Jika pendekatan tradisional hanya mengandalkan pada password, sistem-sistem yang lebih maju mengombinasikan dengan teknologi lain. Misalnya, mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) menggunakan kartu magnetik atau bahkan kartu cerdas sebagai langkah awal untuk mengakses sistem dan kemudian baru diikuti dengan pemasukan PIN (Personal Identification Number). Teknologi yang lebih canggih menggunakan sifat-sifat biologis manusia yang bersifat unik, seperti sidik jari dan retina mata, sebagai kunci untuk mengakses sistem.
Pada sistem yang terhubung ke Internet, akses Intranet dari pemakai luar (via Internet) dapat dicegah dengan menggunakan firewall. Firewall dapat berupa program ataupun perangkat keras yang memblokir akses dari luar intranet.

G. Kontrol terhadap akses informasi
Ada kemungkinan bahwa seseorang yang tak berhak terhadap suatu informasi berhasil membaca informasi tersebut melalui jaringan. Untuk mengantisipasi keadaan seperti ini, alangkah lebih baik sekiranya informasi tersebut dikodekan dalam bentuk yang hanya bisa dibaca oleh yang berhak. Studi tentang cara mengubah suatu informasi ke dalam bentuk yang tak dapat dibaca oleh orang lain dikenal dengan istilah kriptografi. Adapun sistemnya disebut sistem kripto. Secara lebih khusus, proses untuk mengubah teks asli (cleartext atau plaintext) menjadi teks yang telah dilacak (cliphertext) dinamakan enskripsi, sedangkan proses kebalikannya, dari chiphertext menjadi cleratext, disebut dekrpisi.

H. Kontrol terhadap bencana
Zwass (1998) membagi rencana pemulihan terhadap bencana ke dalam 4 komponen:

  1. Rencana darurat (emergency plan), menentukan tidakan-tindakan yang harus dilakukan oleh para pegawai manakala bencana terjadi.
  2. Rencana cadangan (backup plan), menentukan bagaimana pemrosesan informasi akan dilaksanakan selama masa darurat.
  3. Rencana pemulihan, (recovery plan) menentukan bagaimana pemrosesan akan dikembalikan ke keadaan seperti aslinya secara lengkap, termasuk mencakup tanggung jawab masing-masing personil.
  4. Rencana pengujian (test plan), menentukan bagaimana komponen-komponen dalam rencana pemulihan akan diuji atau disimulasikan.


I. Kontrol terhadap perlidungan terakhir
Kontrol terhadap perlindungan terakhir dapat berupa:

  1. Rencana pemulihan terhadap bencana.
  2. Asuransi
Asuransi merupakan upaya untuk mengurangi kerugian sekiranya terjadi bencana. Itulah sebabnya, biasanya organisasi mengansurasikan gedung atau aset-aset tertentu dengan tujuan apabila bencana terjadi, klaim asuransi dapat digunakan untuk meringankan beban organisasi.

J. Kontrol aplikasi
Kontrol aplikasi adalah kontrol yang diwujudkan secara sesifik dalam suatu aplikasi sistem informasi. Wilayah yang dicakup oleh kontrol ini meliputi:

1 Kontrol Masukan Kontrol masukan digunakan untuk menjamin keakurasian data, kelengkapan masukan, dan validasi terhadap masukan. Digit pemeriksaan (check digit) yang ditambahkan dalam suatu kode masukan merupakan suatu contoh teknik yang digunakan untk menjamin keakurasian dan keabsahan data.
2 Kontrol Pemrosesan Kesalahan salam pemrosesan bisa terjadi sekalipun program dibuat dengan hati-hati agar bebas dari kesalahan. Kesalahan juga bisa terjadi karena gangguan pada komponen-komponen pemrosesan. Oleh karena itu, pemeriksaan terhadap kebenaran hasil pemrosesan kadang-kadang perlu dilakukan sehingga kalaku terjadi hal-hal yang tidak benar segera bisa diketahui.
Kontrol proses antara lain dilakukan dengan mencantumkan total kontrol, berupa nilai total semua transaksi. Ada pula yang mencantumkan jumlah rekaman dengan maksud untuk dicocokkan dengan jumlah transaksi.
3 Kontrol Keluaran Kontrol keluaran dilakukan secara manual untuk memastikan bahwa hasil pemrosesan memang sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini dilakukan dengan melaksanakan pengamatan terhadap dokumen-dokumen dan laporan-laporan yang dihasilkan oleh komputer didasarkan pada kebenaran informasi, otorisasi, dan kerahasiaan informasi.
4 Kontrol Basis Data Kontrol terhadap basis data antara lain dengan cara:
  1. Penerapan kebijakan backup dan recovery
  2. Penanganan transaksi melalui mekanisme rollback dan commit. Rollback adalah kemampuan basis data yang memungkinkan pengembalian ke keadaan sebelum sebuah transaksi dimulai jika suatu transaksi tidak berjalan dengan sempurna. Sedangkan commit digunakan untuk memastikan bahwa data benar-benar telah dimutakhirkan pada basis data sekiranya sebuah transaksi berlangsung dengan sempurna.
  3. Otorisasi akses, yang mengatur orang tertentu hanya bisa melakukan tindakan tertentu pada berkas tertentu.
5 Kontrol Telekomunikasi Telekomunikasi merupakan komponen yang paling lemah dalam sistem informasi. Penyadapan informasi dapat dilakukan melalui sarana ini dengan cara menyergap gelombang radio dalam sistem tanpa kabel (wireless) atau dengan cara menyadap jalur fisik dalam jaringan. Untuk mengantisipasi keadaan seperti ini, kontrol terhadap telekomunikasi dapat dilakukan dengan cara mengenkripsi informasi sehingga penyadap tidak dapat membaca informasi yang sesungguhnya.

Untuk meningkatkan upaya keamanan sistem informasi kesehatan, diperlukan suatu pendekatan keamanan sistem informasi. Hal ini minimal menggunakan tiga pendekatan, yaitu:
  1. Pendekatan preventif
    Pendekatan ini bersifat mencegah dari kemungkinan terjadinya ancaman dan kelemahan.
  2. Pendekatan detective
    Pendekatan ini bersifat mendeteksi dari adanya penyusupan dan proses yang mengubah sistem dari keadaan normal menjadi keadaan abnormal.
  3. Pendekatan corrective
    Pendekatan ini bersifat mengoreksi keadaan sistem yang sudah tidak seimbang untuk dikembalikan dalam keadaan normal. Tindakan tersebutlah menjadikan keamanan sistem informasi tidak dilihat hanya dari kaca mata timbulnya serangan dari virus, mallware, wpyware, dan masalah lain, akan tetapi dilihat dari berbagai segi sesuai dengan domain kemanan itu sendiri.

Keamanan Sistem Informasi

Keamanan sistem informasi �

Informasi saat ini sudah menjadi sebuah komoditi yang sangat penting. Bahkan ada yang mengatakan bahwa kita sudah berada di sebuah “information-based society”. Kemampuan untuk mengakses dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat esensial bagi sebuah organisasi, baik yang berupa organisasi komersial (perusahaan), perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, maupun individual (pribadi).

Sehingga masalah keamanan merupakan salah satu aspek penting dari sebuah sistem informasi. Sayang sekali masalah keamanan ini seringkali kurang mendapat perhatian dari para pemilik dan pengelola sistem informasi. Seringkali masalah keamanan berada di urutan kedua, atau bahkan diurutan terakhir dalam daftar hal-hal yang dianggap penting. Apa bila menggangu performansi dari sistem, seringkali keamanan dikurangi atau ditiadakan.

Survey Information Week (USA) terhadap 1.271 system or network manager, hanya 22% yang menganggap keamanan sistem informasi sebagai komponen penting. Ini membuktikan bahwa kesadaran akan masalah keamanan masih rendah.

Sangat pentingnya nilai sebuah informasi menyebabkan seringkali informasi diinginkan  hanya  boleh  diakses  oleh orang-orang tertentu. Jatuhnya informasi ke tangan pihak lain (misalnya pihak lawan bisnis) dapat  menimbulkan  kerugian  bagi  pemilik  informasi. Sebagai  contoh, banyak  informasi  dalam  sebuah  perusahaan  yang  hanya  diperbolehkan diketahui oleh orang-orang tertentu di dalam perusahaan tersebut, seperti misalnya  informasi  tentang  produk  yang  sedang  dalam  development, algoritma-algoritma dan teknik-teknik yang digunakan untuk menghasilkan produk tersebut. Untuk itu keamanan dari sistem informasi yang digunakan harus terjamin dalam batas yang dapat diterima.

Definisi
Keamanan sistem informasi adalah segala betuk mekanisme yang harus dijalankan dalam sebuah sistem yang ditujukan agar sistem tersebut terhindar dari segala ancaman yang membahayakan. Dalam hal ini, keamanannya melingkupi keamanan data/informasi dan keamanan pelaku sistem (user).

Beberapa bentuk serangan terhadap keamanan sistem informasi, diantaranya:

  1. Interruption
    Perangkat sistem menjadi rusak atau tidak tersedia. Serangan ditujukan kepada ketersediaan (availability) dari sistem. Contoh serangan adalah “denial of service attack”.
  2. Interception
    Pihak yang tidak berwenang berhasil mengakses aset atau informasi. Contoh dari serangan ini adalah penyadapan (wiretapping).
  3. Modification
    Pihak yang tidak berwenang tidak saja berhasil mengakses, akan tetapi dapat juga mengubah (tamper) aset. Contoh dari serangan ini antara lain adalah mengubah isi dari website dengan pesan-pesan yang merugikan pemilik web site.
  4. Fabrication
    Pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contoh dari serangan jenis ini adalah memasukkan pesan-pesan palsu seperti e-mail palsu ke dalam jaringan computer.

Berbicara masalah keamanan sistem informasi maka kita akan berbicara kepada kemungkinan adanya resiko yang muncul atas sistem tersebut. Sehingga pembicaraan tentang keamanan sistem tersebut maka kita akan berbicara 2 masalah utama yaitu :
  1. Threats (Ancaman) atas sistem dan 
  2. Vulnerability (Kelemahan) atas sistem
Masalah tersebut pada gilirannya berdampak kepada 6 hal yang utama dalam sistem informasi yaitu :
  1. Efektifitas 
  2. Efisiensi 
  3. Kerahaasiaan 
  4. Integritas 
  5. Keberadaan (availability) 
  6. Kepatuhan (compliance) 
  7. Keandalan (reliability)

Adapun kriteria yag perlu di perhatikan dalam masalah keamanan sistem informasi membutuhkan 10 domain keamanan yang perlu di perhatikan yaitu :
  1. Akses kontrol sistem yang digunakan
  2. Telekomunikasi dan jaringan yang dipakai
  3. Manajemen praktis yang di pakai
  4. Pengembangan sistem aplikasi yang digunakan
  5. Cryptographs yang diterapkan
  6. Arsitektur dari sistem informasi yang diterapkan
  7. Pengoperasian yang ada
  8. Busineess Continuity Plan (BCP) dan Disaster Recovery Plan (DRP)
  9. Kebutuhan Hukum, bentuk investigasi dan kode etik yang diterapkan
  10. Tata letak fisik dari sistem yang ada


A. Threats (Ancaman) atas Sistem
Ancaman adalah aksi yang terjadi baik dari dalam sistem maupun dari luar sistem yang dapat mengganggu keseimbangan siatem informasi. Ancaman yang mungkin timbul dari kegiatan pengolahan informasi berasal dari tiga hal utama, yaitu: ancaman alam, manusia dan lingkungan.
  1. Ancaman alam
    Ancaman dari alam dikategorikan menjadi:
    a. Ancaman air, seperti: banjir, tsunami, kelembaban tinggi, badai, pencairan salju
    b. Ancaman tanah, seperti: longsor, gempa bumi, gunung meletus
    c. Ancaman alam lain, seperti: kebakaran hutan, petir, tornado, angin ribut, dll.
    d. Ancaman manusia
  2. Ancaman dari manusia dikategorikan menjadi:
    a. Malicious code Malicious code adalah kode jahat/perusak atau disingkat malcodes, didefinisikan sebagai semua macam program, makro atau script (sekumpulan perintah-perintah) yang dapat diesekusi dan dibuat dengan tujuan untuk merusak sistem computer. Contoh: Trojan horses, virus, worm, dll.

    b. Social engineering Social engineering adalah pemerolehan informasi atau maklumat rahasia/sensitif dengan cara menipu pemilik informasi tersebut. Social engineering umumnya dilakukan melalui telepon atau Internet. Social engineering merupakan salah satu metode yang digunakan oleh hacker untuk memperoleh informasi tentang targetnya, dengan cara meminta informasi itu langsung kepada korban atau pihak lain yang mempunyai informasi itu. Social engineering mengkonsentrasikan diri pada rantai terlemah sistem jaringan computer yaitu manusia, dimana setiap sistem memerlukan adanya interaksi manusia.

    c. Hacking dan Cracking Hacking dan cracking adalah bentuk aktifitas terhadap jaringan komputer maupun jaringan internet. Hacking adalah usaha untuk memasuki sebuah jaringan dengan maksud mengeksplorasi ataupun mencari kelemahan sistem jaringan secara ilegal. Pelaku hacking disebut hacker. Hacker dapat melakukan aktivitas penyusupan ke sebuah sistem komputer atau jaringan dengan tujuan merusak sistem tersebut, menerobos program komputer milik orang, mengubah program, memecahkan masalah software maupun hardware, mengakses server kemudian mengacak-acak website yang ada di server itu, dan lain sebagianya. Sedangkan cracking adalah usaha memasuki sebuah jaringan secara illegal dengan maksud mencuri, mengubah, atau menghancurkan file atau data yang disimpan di komputer-komputer yang ada di jaringan tersebut. Pelaku cracking disebut cracker. Cracker merupakan hacker yang melakukan aktivitas hacking untuk tujuan kejahatan. Cracker mengintip simpanan para nasabah di berbagai bank atau pusat data sensitif lainnya untuk keuntungan diri sendiri. Meski sama-sama menerobos keamanan komputer orang lain, hacker lebih fokus pada prosesnya. Sedangkan cracker lebih fokus untuk menikmati hasilnya.

    d. Penyuapan, pengkopian tanpa ijin, perusakan e. Peledakan, surat kaleng, perang informasi f. Ancaman lingkungan
  3. Ancaman lingkungan dapat dikategorikan sebagai berikut:
    a. Penurunan tegangan listrik atau kenaikan tegangan listrik secara tiba-tiba dan dalam jangka waktu yang cukup lama
    b. Polusi
    c. Efek bahan kimia, seperti: obat pembunuh serangga, semprotan anti api, dll
    d. Kebocoran (misal kebocoran AC, atap bocor karena hujan)

Setiap ancaman tersebut memiliki probabilitas serangan yang beragam, baik dapat terprediksi maupun tidak dapat terprediksi, seperti gempa bumi yang dapat mengakibatkan sistem informasi mengalami mall-function. Besar kecilnya suatu ancaman dari sumber ancaman yang teridentifikasi atau belum teridentifikasi dengan jelas tersebut, dapat diminimalisir dengan baik apabila kita dapat melakukan analisis situasi dengan tepat.

B. Vulnerability (Kelemahan) atas sistem
Kelemahan adalah cacat atau kelemahan dari suatu sistem yang mungkin timbul pada saat mendesain, menetapkan prosedur, mengimplementasikan maupun kelemahan atas sistem kontrol yang ada, sehingga memicu tindakan pelanggaran oleh pelaku yang mencoba menyusup terhadap sistem tersebut.

Cacat sistem bisa terjadi pada prosedur, peralatan, maupun perangkat lunak yang dimiliki. Contoh yang mungkin terjadi: setting VPN yang tidak diikuti oleh penerapan NAT. VPN merupakan singkatan dari Virtual Private Network, yaitu sebuah koneksi private melalui jaringan publik (dalam hal ini internet).

NAT (Network Address Translation) adalah sebuah router yang menggantikan fasilitas sumber atau alamat IP tujuan dari paket IP karena melewati jalur router. Hal ini paling sering digunakan untuk mengaktifkan beberapa host di jaringan pribadi untuk mengakses internet dengan menggunakan satu alamat IP publik. Alamat IP (Internal Protocol) adalah deretan angka biner yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan internet, yang berfungsi menyampaikan paket data ke alamat yang tepat.

Keamanan sistem informasi tidak dilihat hanya dari kaca mata timbulnya serangan dari virus, mallware, spy ware dan masalah lain, akan tetapi dilihat dari berbagai segi sesuai dengan domain keamanan sistem itu sendiri.

Sistem Informasi Kesehatan

Sistem Informasi Kesehatan
Sistem Informasi Kesehatan (SIK) adalah suatu sistem pengelolaan data dan informasi kesehatan di semua tingkat pemerintahan secara sistematis dan terintegrasi untuk mendukung manajemen kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Perturan perundang undangan.

Bagian atau ranah yang menyebutkan sistem informasi kesehatan adalah Kepmenkes Nomor 004/Menkes/SK/I/2003 tentang kebijakan dan strategi desentralisasi bidang kesehatan dan Kepmenkes Nomor 932/Menkes/SK/VIII/2002 tentang petunjuk pelaksanaan pengembangan sistem laporan informasi kesehatan kabupaten/kota.Kebutuhan akan data dan informasi disediakan melalui penyelenggaraan Sistem Informasi Kesehatan, yaitu dengan cara pengumpulan, pengolahan, analisis data serta penyajian informasi.

Sistem Informasi Kesehatan merupakan salah satu bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari Sistem Kesehatan di suatu negara. Kemajuan atau kemunduran Sistem Informasi Kesehatan selalu berkorelasi dan mengikuti perkembangan Sistem Kesehatan, kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bahkan mempengaruhi Sistem Pemerintahan yang berlaku di suatu negara.

Suatu sistem yang terkonsep dan terstruktur dengan baik akan menghasilkan Output yang baik juga. Sistem informasi kesehatan merupakan salah satu bentuk pokok Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang dipergunakan sebagai dasar dan acuan dalam penyusunan berbagai kebijakan, pedoman dan arahan penyelenggaraan pembangunan kesehatan serta pembangunan berwawasan kesehatan.

Dalam mencapai derajat kesehatan yang baik maka perlu dikembangkan nya sistem kesehatan. Salah satunya melalui sistem informasi kesehatan, derajat kesehatan akan terbagun secara baik dan selaras. Dimana dengan adanya sistem informasi kesehatan ini masyarakat juga tenaga kesehatan akan mendapatkan info yang akurat dan tepat dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga bisa dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan.

Jadi secara umum, sistem informasi kesehatan dapat dijelaskan sebagai suatu sistem terintegrasi yg menggunakan peralatan elektronik (computer-based) dan bertujuan untuk menciptakan berbagai informasi yg diperlukan sebagai dasar pengambilan keputusan pada setiap tingkatan manajemen kesehatan.

Pada prinsipnya sistem informasi kesehatan merupakan :


  1.  Alat untuk mengintegrasikan berbagai proses informasi dlm suatu organisasi. 
  2.  Perlu diintegrasikan agar kompatibiliti dan konsistensi terjamin. 
  3.  Sistem informasi diciptakan untuk keperluan integrasi dari berbagai susbsistem yg ada.


Adapun Tujuan utama dari Sistem Informasi Kesehatan adalah sebagai berikut :
  1. Meningkatkan manajemen pelayanan kesehatan 
  2. Mengetahui tingkat status kesehatan masyarakat 
  3. Sebagai dasar evidence based bagi sistem kesehatan 
  4. Sebagai dasar dalam proses pengambilan keputusan dalam manajemen kesehatan

Saat ini Sistem Informasi Kesehatan (SIK) masih terhambat serta belum mampu menyediakan data dan informasi yang akurat, sehingga SIK masih belum menjadi alat pengelolaan pembangunan kesehatan yang efektif. Hal ini disebabkan karena beberapa Kondisi berikut ini :
  1. Pengumpulan informasi yg tidak relevan 
  2. Kualitas data yg buruk 
  3. Duplikasi data 
  4. Kurangnya umpan balik 
  5. Penggunaan informasi yg kurang optimal

Dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang pesat memberikan kemudahan dalam pengguatan dan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan. Saat ini sudah ada kebutuhan-kebutuhan untuk memanfaatan TIK dalam SIK (eHealth) agar dapat meningkatkan pengelolaan dan penyelenggaraan pembangunan kesehatan.

Adapun bentuk-bentuk atau contoh dari Sistem Informasi Kesehatan adalah sebagai berikut :
1. Rekam medis
2. Sistem pencatatan dan pelaporan
3. SIMPUS
4. SIRS
5. SIM
6. Surveilans
7. Pemantauan wilayah setempat (PWS)
8. Sistem kewaspadaan dini (early warning system)
9. Sistem informasi geografik

Jumat, 10 November 2017

Konsep Dasar Sistem Informasi - Lanjutan


Konsep Dasar Sistem Informasi

A. Pengertian Informasi

Sebagai pengantar tentang konsep dasar sistem informasi, perlu kiranya teman-teman mengetahui apa itu Informasi. Secara umum, Informasi merupakan Data yang telah diolah sedangkan Data merupakan sebuah Fakta baik yang terlihat, didengar ataupun dirasakan semua bisa menjadi Data.

Data berbentuk dari karakter, dapat berupa alfabet, angka maupun simbol khusus seperti *$ dan / di susun untuk di olah dalam bentuk struktur data, struktur file, dan basis data.

Informasi ibarat darah yang mengalir dalam suatu organ tubuh jadi informasi ini sangat penting di dalam suatu organisasi. Suatu sistem yang kurang mendapatkan informasi akan menjadi luruh, kerdil dan akan berakhir.

B. Siklus Informasi
Pengelolaan data menjadi suatu sistem informasi dapat di gambarkan sebagai sebuah siklus yang berkesinambungan. Secara sederhana dapat di katakan bahwa data diolah menjadi sistem informasi dan pada tahap selanjutnya sebuah informasi akan menjadi data untuk sebuah informasi lainya.

Gambar Siklus Informasi
C. Kualitas dan Nilai Informasi
Kualitas Suatu Informasi (Quality Of Information) sangat di pengaruhi dan di tentukan oleh 3 hal yaitu :

  1. Akurat (accurate)Akurat Berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan, tidak tidak bisa atau tidak menyesatkan dan harus jelas mencerminkan maksudnya.

    Beberapa hal yang dapat berpengaruh terhadap keakuratan sebuah sistem informasi yaitu :
    - Kelengkapan (completennes) Informasi;
    - Kebenaran (correctness) Informasi;
    - Keamanan (scurity) Informasi;
  2. Tepat Waktu (Timeliness)Informasi yang datangnya terlambat, tidak akan mempunyai nilai yang berkualitas baik, dan kemudian jika di gunakan sebagai acuan dalam pengambilan suatu keputusan maka dapat menimbulkan kesalahan yang terjadi dalam tindakan yang di ambil.
  3. Relevan (relevance)Relevan berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. 

Nilai suatu informasi berhuubungan dengan keputusan. Hal ini berarti bahwa bila tidak ada pilihan atau keputusan informasi menjadi tidak di perlukan. Keputusan dapat berkisar dari keputusan berulang yang sederhana sampai keputusan strategis jangka panjang.

Parameter untuk mengukur sebuah nilai informasi tersebut dapat di tentukan dari dua hal pokok yaitu :

  1. Manfaat (Use) 
  2. Biaya (Cost)


Suatu Informasi di katakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif di bandingkan dengan biaya untuk mendapatkanya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat di taksir keuntunganya dengan satuan nilai uang tetapi dapat di taksir nilai efektivitasnya.

D. Sistem Informasi
Sesungguhnya yang dimaksud dengan sistem informasi tidak harus melibatkan komputer. Sistem informasi yang menggunakan komputer biasa disebut sistem informasi berbasis komputer (Computer-Based Information Systems atau CBIS). Dalam prakteknya, istilah sistem infor­masi lebih sering dipakai tanpa embel-embel berbasis komputer walaupun dalam kenyataannya komputer merupakan bagian yang penting. Dalam hal ini, yang dimaksudkan dengan sistem informasi adalah sistem informasi yang berbasis komputer.

O’brian (2005) menjelaskan bahwa Sistem Informasi merupakan kombinasi teratur dari orang-orang, perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), jaringan komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi.

Sedangkan Menurut Tejoyuwono (2006), sistem informasi merupakan suatu pengumpulan data yang terorganisasi beserta tata cara penggunaannya yang mencakup lebih jauh daripada sekedar penyajian.

Setiap sistem informasi menyajikan tiga aspek pokok:

  1. Pengumpulan dan pemasukan data,
  2. Penyimpanan dan pengambilan kembali (retrieval) data
  3. Penerapan data, yang dalam hal sistem informasi termasuk penayangan (display) data.


Dalam konsep dasar sistem informasi, aktifitas dasar sistem informasi menurut Laudon dan Laudon (2010, p46-47) adalah sebagai berikut :
  1. Input, Melibatkan pengumpulan data mentah dari dalam organisasi atau dari lingkungan eksternal untuk pengolahan dalam suatu sistem informasi.
  2. Process, Melibatkan proses mengkonversi input mentah ke bentuk yang lebih bermakna.
  3. Output, Mentransfer proses informasi kepada orang yang akan menggunakannya atau kepada aktivitas yang akan digunakan.
  4. Feedback, Output yang di kembalikan ke anggota organisasi yang sesuai untuk kemudian membantu mengevaluasi atau mengkoreksi tahap Input.


E. Komponen Sistem Informasi

Menurut John Burch dan Gary Grudnitski mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang di sebut dengan istilah blok bangunan (building blokck) yaitu :

1. Blok Masukan (Input Blokck)

Blok masukan dalam sebuah sistem informasi meliputi metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan di masukan dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2. Blok Model (Model Block)

Blok model ini terdiri dari kombinasi prosedur logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan didasar data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. Jogiyanto 2008 : 13)

3. Blok Keluaran (Output Block)

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

4. Blok Teknologi (Tecnology Block)

Teknologi merupakan “kotak alat” (toolbox) dari pekerjaan sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendaliaan dari sistem keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (humanware atau brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Teknologi blok adalah komponen yang membantu mempercepat proses yang terjadi dalam sistem.

5. Blok Basis Data (Database Block)

Adalah kumpulan data yang berhubungan satu sama lain, disimpan dalam perangkat keras komputer dan perangkat lunak komputer untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan di dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data didalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa, supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi dengan menggunakan perangkat yang disebut dengan DBMS (Data Base Management Sistem).

6. Blok Kendali (Controls Blok)

Supaya sistem informasi dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan, maka perlu diterapkan pengendalian-pengendalian di dalamnya. Meliputi masalah pengendalian terhadap operasional sistem yang berfungsi mencegah dan menagani kesalahan dan kegagalan sistem. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung cepat diatasi. Jogiyanto (2008 : 13) 

Gambar Blok Sistem Informasi

F. Jenis Sistem Informasi
Ada beberapa jenis sistem informasi, yaitu

  1. Sistem Temu Kembali Informasi (Information Retrieval System – IRS).
    Sistem Temu Kembali Informasi merupakan sistem yang berfungsi untuk menemukan informasi yang relevan dengan kebutuhan pemakai. Salah satu hal yang perlu diingat adalah bahwa informasi yang diproses terkandung dalam sebuah dokumen yang bersifat tekstual. Dalam konteks ini, temu kembali informasi berkaitan dengan representasi, penyimpanan, dan akses terhadap dokumen representasi dokumen. Dokumen yang ditemukan tidak dapat dipastikan apakah relevan dengan kebutuhan informasi pengguna yang dinyatakan dalam query. Pengguna Sistem Temu Kembali informasi sangat bervariasi dengan kebutuhan informasi yang berbeda-beda.
  2. Sistem Manajemen Basis Data (Data Base Management System – DBMS).
    Sistem Manajemen Basis Data merupakan sistem yang didesain untuk memanipulasi dan mengurus basis data. Data yang tersimpan dalam basis data dinyatakan dalam bentuk unsur-unsur data yang spesifik dan tersimpan dalam tabel-tabel. Setiap satuan data, atau disebut record (cantuman) terdiri dari ruas-ruas (fields) yang berisi nilai yang menunjukkan karakteristik yang spesifik atau atribut yang mengidentifikasikan satuan data yang dimaksud. Proses yang berkaitan dengan manajemen basis data meliputi penyimpanan, temu kembali, updating atau deletion, proteksi dari kerusakan, dan kadang-kadang mencakup transmisi data. Output dapat mengandung record individual, sebagian record, tabel, atau bentuk susunan data yang lain dari basis data. Informasi yang ditemukan berisi cantuman-cantuman yang pasti sesuai dengan permintaan.
  3. Sistem Informasi Manajemen (Management Information System – MIS).
    Sistem Informasi Manajemen adalah sistem yang didesain untuk kebutuhan manajemen yaitu mendukung fungsi-fungsi dan aktivitas manajemen pada suatu organisasi. Oleh karena itu, jenis data dan fungsi-fungsi operasi disesuaikan dengan kebutuhan manajemen.
  4. Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System – DSS).
    Sistem Pendukung Keputusan menggambarkan operasi-operasi spesifik dalam satuan-satuan informasi yang homogen.
  5. Sistem Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligent System – AI).
    Tabel berikut memberikan perbandingan antara Sistem Temu Kembali Informasi, Sistem Manajemen Basis Data dan Sistem Kecerdasan Buatan seperti yang dikemukakan oleh Frakes dan Baeza-Yates (1992).

Contoh-contoh penerapan sistem informasi dalam kehidupan sehari-hari.
  1. Sistem reservasi pesawat terbang: digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani pemesanan/pembelian tiket.
  2. Sistem untuk menangani penjualan kredit kendaraan bermotor sehingga dapat digunakan untuk memantau hutang para pelanggan.
  3. Sistem biometrik yang dapat mencegah orang yang tak berwewenang memasuki fasilitas-fasilitas rahasia atau mengakses informasi yang bersifat rahasia dengan cara menganalisa sidik iari atau retina mata
  4. Sistem POS (point-of-sale) yang diterapkan pada kebanyakan pasar swalayan dengan dukungan pembaca barcode untuk mempercepat pemasukan data
  5. Sistem telemetri atau pemantauan jarak jauh yang menggunakan teknologi radio, misalnya untuk mendapatkan suhu lingkungan pada gunung berapi atau memantau getaran pilar jembatan rel kereta api.
  6. Sistem berbasiskan kartu cerdas (smart card) yang dapat di­gunakan oleh juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena di dalam kartu tersebut terekam data-data mengenai pasien
  7. Sistem yang dipasang pada tempat-tempat publik yang memung­kinkan seseorang mendapatkan informasi seperti hotel, tempat pariwisata, pertokoan, dan lain-lain
  8. Sistem layanan akademis berbasis Web yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data-data akademis atau bahkan dapat mendaftarkan mata kuliah-mata kuliah yang diambil pada semester baru
  9. Sistem pertukaran data elektronis (Electronic Data Interchange atau EDI) yang memungkinkan pertukaran dokumen antar perusahaan secara elektronis dan data yang terkandung dalam dokumen dapat diproses secara langsung oleh komputer
  10. E-government atau sistem informasi layanan pemerintahan yang berbasis Internet.

Kamis, 09 November 2017

Konsep Dasar Sistem Informasi


Pada pertemuan ini akan dibahas tentang Konsep Dasar Sistem Informasi. Sebagai pengantar, sebelum masuk ke pembahasan tentang Sistem Informasi, perlu kiranya teman-teman memahami terlebih dahulu tentang konsep dasar dari sebuah sistem.

Konsep Dasar Sistem

A. Pengertian
Sistem sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu "Systema" yang bearti suatu komponen yang saling terhubung dan menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Secara teori, Sistem sendiri memiliki beberapa definisi, dalam hal ini saya akan mengambil pengertian Sistem menurut Mcleod (2004) yang menjelaskan bahwa Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan tujuan yang sama untuk mencapai tujuan.

Oleh karena itu, suatu sistem harus memenuhi syarat-syarat berikut ini.

  1. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan masalah. 
  2. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan. 
  3. Adanya hubungan diantara elemen sistem. 
  4. Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting dari pada elemen sistem. Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen.
Sedangkan Sistem itu sendiri terdiri dari beberapa Elemen, yaitu :

  1. Tujuan,
  2. Masukan,
  3. Keluaran,
  4. Proses,
  5. Mekanisme pengendalian, dan
  6. Umpan Balik. 


B. Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu mempunyai :
  1. Komponen (components)
    Terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, dan bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen dapat terdiri dari beberapa subsistem atau subbagian, dimana setiap subsistem tersebut memiliki fungsi khusus dan akan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
  2. Batas sistem (boundary)
    Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
  3. Lingkungan luar sistem (environments)
    Adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar dapat bersifat menguntungkan dan merugikan. Lingkungan yang menguntungkan harus tetap dijaga dan dipelihara, sebaliknya lingkungan yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak ingin terganggu kelangsungan hidup sistem.
  4. Penghubung (interface)
    Merupakan media penghubung antar subsistem, yang memungkinkan sumbar-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lainnya melalui penghubung disamping sebagai penghubung untuk mengintegrasikan subsistem-subsistem menjadi satu kesatuan.
  5. Masukan (input)
    Adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem, yang dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Masukan perawatan adalah energi yang dimasukkan supaya sistem dapat beroperasi, sedangkan masukan sinyal adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran. Sebagai contoh di dalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputer dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
  6. Keluaran (output)
    Adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain. Misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan, sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
  7. Pengolah (process).
    Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Sistem akuntansi akan mengolah data-data transaksi menjadi laporan-laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh manajemen.
  8. Sasaran (objectives) atau tujuan (goal)
    Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan bersila bila mengenai sasaran atau tujuannya.
Gambar Karakteristik Suatu Sistem
Gambar Karakteristik Suatu Sistem


C. Klasifikasi Sistem
Klasifikasi sistem adalah sebagai berikut :

  1. Deterministik Sistem: Sistem dimana operasi-operasi (input/output) yang terjadi didalamnya dapat ditentukan/ diketahui dengan pasti. Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluarannya dapat diramalkan (Contoh : Sistem Komputer melalui program).
  2. Probabilistik Sistem: Sistem yang input dan prosesnya dapat didefinisikan, tetapi output yang dihasilkan tidak dapat ditentukan dengan pasti; (Selalu ada sedikit kesalahan/penyimpangan terhadap ramalan jalannya sistem).
  3. Open Sistem: Sistem yang mengalami pertukaran energi, materi atau informasi dengan lingkungannya. Sistem ini cenderung memiliki sifat adaptasi, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga dapat meneruskan eksistensinya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya, sehingga harus memiliki sistem pengendalian yang baik
  4. Closed Sistem: Sistem fisik di mana proses yang terjadi tidak mengalami pertukaran materi, energi atau informasi dengan lingkungan di luar sistem tersebut.
  5. Relatively Closed Sistem: Sistem yang tertutup tetapi tidak tertutup sama sekali untuk menerima pengaruh-pengaruh lain. Sistem ini dalam operasinya dapat menerima pengaruh dari luar yang sudah didefinisikan dalam batas-batas tertentu .
  6. Artificial Sistem: Sistem yang meniru kejadian dalam alam. Sistem ini dibentuk berdasarkan kejadian di alam di mana manusia tidak mampu melakukannya. Dengan kata lain tiruan yang ada di alam.
  7. Natural Sistem: Sistem yang dibentuk dari kejadian dalam alam. Contoh : Sistem Perputaran Bumi
  8. Manned Sistem: Sistem penjelasan tingkah laku yang meliputi keikutsertaan manusia.

Setelah kita mengetahui konsep dari sistem, selanjutnya kita akan membahas tentang Sistem Informasi pada artikel selanjutnya.

Selasa, 03 Oktober 2017

PDKT dengan Sistem Basis Data #Pertemuan2

Setelah berkenalan dengan basis data layaknya proses pacaran, saatnya kita PDKT biar bisa mengenal secara lebih dalam seluk beluk database.

Menurut Jogianto (2005: 2) sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan/proses tertentu.

Jadi dalam teknologi database, sebuah basisdata akan lebih berguna jika ada pengelolanya dan penggeraknya. Hal ini dikarenan Basis Data hanya sebuah obyek pasif, yang ada karena dibuat namun tidak akan bisa melakukan apa-apa tanpa adanya DMBS.

Oleh karena itu secara umum sebuah Sistem Basis Data merupakan sistem yang terdiri dari kumpulan tabel data yang saling berhubungan dan sekumpulan program yang memungkinkan beberapa pemakai untuk mengakses dan memanipulasi tabel-tabel tersebut.

Dalam sebuah sistem basis data memiliki komponen-komponen utama sebagai berikut :
1. Perangkat Keras, 
2. Sistem Operasi, 
3. Basisdata
4. Pengelola Data Base (DBMS)
5. User

Nah, untuk PDKT tahap awal ini, kita cukupkan sampai disini dulu, untuk pembahasan lebih lanjut akan diuraikan pada postingan berikutnya... :-)

Berkenalan dengan Basisdata, #Pertemuan1


Jika anda menjadi wanita yang ada dalam gambar diatas, apa yang akan anda lakukan saat anda diminta untuk mencari sebuah data yang ada dalam arsip tersebut ? Berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk mendapatkan data yang sesuai dengan permintaan tadi ?

Sudah pasti hal itu akan membuat anda semakin naik darah, karena sekian banyak data yang berserakan tidak menentu, waktu yang anda butuhkan pasti tidak sebentar untuk mencarinya, dan hasilnya kerja anda tidak efisien. Apalagi jumlah arsip setiap waktu selalu bertambah, pasti bakal kompleks permasalahannya.

Nah, untuk mengatasi hal itu, biasanya kita mengorganisasikan arsip tersebut dan menyimpannya pada lemari arsip, namun sebelumnya kita akan melabeli tiap arsip dengan kode tertentu agar kita dapat mencarinya lain waktu (jika diperlukan).



Dan, apa hubungannya lemari arsip dengan database ? Emangnya kita mau promoin lemari arsip ?
heheheee.... sabar ya...
Basisdata/database memiliki fungsi yang hampir sama dengan lemari arsip, dimana basisdata digunakan untuk menyimpan data yang disusun/diatur berdasarkan kategori, dan memiliki kode/penomoran yang berbeda agar memudahkan saat proses pencarian datanya.

Namun dibandingkan lemari arsip, basisdata memiliki keunggulan dari sisi kemudahandan kecepatannya dan penyimpanannya berada di komputer.

Secara definisi, basis data terdiri dari 2 (dua) kata yaitu "Basis" dan "data". Kata "Basis" disini dapat diartikan sebagai gudang atau tempat berkumpul, sedangkan "data" memiliki pengertian, informasi yang memiliki makna.

Jadi basis data dapat diartikan sebagai kumpulan informasi yang disimpan dikomputer dan dapat dikelola kembali dengan menggunakan program komputer.

Dan program komputer yang biasa digunakan untuk mengelola informasi (basis data) disebut Database Management System (DBMS).

Dan pada implementasinya, basis data banyak digunakan di berbagai bidang pekerjaan, dan hampir semua instansi telah menggunakannya.

Mungkin, sedikit pembahasan diatas bisa memberikan gambaran tentang apa itu basis data, sehingga pada tahap perkenalan ini bisa memberi kesan yang baik, sehingga untuk  mengenal lebih dalam lagi tentang basis data pada postingan berikutnya bisa lebih menyenangkan lagi.

bye.. bye... :-)

*) Tulisan ini sebelumnya saya publish di blog lama saya..

Minggu, 27 Maret 2016

Materi 1 : Pengenalan Web


Website merupakan halaman informasi ( data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau gabungan dari semuanya) yang disediakan melalui jalur internet dan bisa diakses di seluruh dunia selama terkoneksi dengan jaringan internet. 

Secara terminologi website adalah kumpulan dari halaman-halaman situs, yang biasanya terangkum dalam sebuah domain atau subdomain, yang tempatnya berada di dalam World Wide Web (WWW) di Internet. 

Sebuah Web page adalah dokumen yang ditulis dalam format HTML (Hyper Text Markup Language), yang hampir selalu bisa diakses melalui HTTP, yaitu protokol yang menyampaikan informasi dari server website untuk ditampilkan kepada para pemakai melalui web browser. 

Semua publikasi dari website-website tersebut dapat membentuk sebuah jaringan informasi yang sangat besar. Web page layaknya sebuah buku yang dapat menampung berbagai informasi tentang banyak hal baik bersifat komersil maupun non komersil. Melalui media web inilah seseorang dapat memberikan informasi tertentu kepada orang lain yang berada di seluruh dunia. (sumber)

Pada dasarnya website dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

1. Website Statis
Model web statis ini tampilannya tidak dapat berubah secara otomatis, untuk melakukan perubahan isi halaman harus dilakukan secara manual dengan mengubah kode html nya.

2. Website Dinamis
Model web dinamis sudah terhubung dengan database, sehingga isi halaman web dapat berubah secara otomatis setiap ada data baru yang disimpan di database. Perubahan dapat dilakukan melalui panel administrator maupun dari pengunjung, sesuai dengan ketentuan setiap pemilik web. Saat ini hampir semua website diseluruh dunia sudah menggunakan website dinamis.

Website biasanya ditempatkan pada server web. Sebuah server web umumnya telah dilengkapi dengan perangkat-perangkat lunak khusus untuk menangani pengaturan nama ranah, serta menangani layanan atas protokol HTTP yang disebut sebagai Server HTTP seperti Apache HTTP Server atau Internet Information Services (IIS)

Secara garis besar website memiliki manfaat sebagai berikut :
1. Media Promosi
2. Media Pemasaran
3. Media Informasi
4. Media Pendidikan
5. Media Komunikasi
6. File Sharing

Rabu, 23 Maret 2016

Internet Penghubung Antar Dunia

Dua orang pemuda  Arfi'an Fuadi (29) dan M Arie Kurniawan (24) dari Salatiga yang merupakan kakak berdik digosipkan oleh tetangganya telah mengambil pesugihan Tuyul itu dikarenakan kehidupan mereka yang berupah sangat derastis, dari yang biasa menjadi lebih berkecukupan, bahkan mereka bisa merenovasi rumahnya. Hal itu didasari karena tetangga mereka melihat mereka hanya duduk dirumah tidak bekerja seperti kebanyakan orang. Namun setelah ditelusuri ternyata kerjaan mereka adalah mendesain komponen pesawat Jet yang diorder oleh perusahaan dari luar negeri. 

Kok bisa ?

Kita telah memasuki era milenium baru, dimana sekarang adalah era globalisasi teknologi. Teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat sehingga memudahkan manusia dalam mengerjakan tugas dan menyelesaikan pekerjaan dengan cepat.

Kemajuan teknologi saat ini juga telah memotong jarak sehingga tidak ada lagi batasan orang antar negara untuk berkomunikasi.

Internet telah memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia. Dengan internet orang dapat terhubung dengan siapa saja dibelahan bumi manapun asalkan terhubung dengan kabel internet. 

Media internetlah yang menjadi penghubung Arfian dan Arie dua kakak-beradik ini dalam mengumpulkan pundi-pundi dolar dengan membuat orderan desain komponen jet dari perusahaan luar negeri.

Sekarang ini kita tidak bisa lagi berfikir secara konvensional lagi, misalnya kalau mau bekerja harus ada nampak bangunan kantor atau tempat kerjanya sehingga kalau mau kerja harus keluar rumah dan lain sebagainya.

Namun dengan hadirnya internet, kita dapat bekerja di luar negeri namun tetap bisa mengerjakannya dirumah sendiri tanpa harus keluar rumah.

Banyak orang menjadi kaya dengan memanfaatkan teknologi internet, seperti menjadi bloger, jualan online, pembuatan jasa via online dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, agar tidak menjadi Dinosaurus, kita harus ikut mengetahui perkembangan jaman sekarang ini agar tidak kalah bersaing dan punah.