Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Oktober 2018

Conor McGregor Dan Perputaran Uang Dalam Drama Melawan Khabib

Duel Conor McGregor VS Khabib dalam ajang UFC telah sukses mencuri perhatian dunia. Tidak sedikit yang menghujat Conor dan Banyak sekali yang simpati dengan kemenangan Khabib. Apakah esensinya disini ?

Saya melihat bukan sebatas kemenangan Khabib atau kekalahan Conor. Sebelum melanjutkan opini saya, saran saya agar temen-temen mau menonton film dokumenter karir Conor McGregor judulnya "Conor McGregor: Notorious (2017)". Kenapa saya merekomendasikan Film itu, setidaknya kita bisa melihat sudut pandang lebih luas, tidak hanya sebatas video singkat tentang pertarungan yang dimenangkan Khabib saja.

Secara teknik bertarung, jelas Khabib lebih unggul karena dialah Juaranya. Tapi apakah UFC hanya sebatas kemenangan dalam pertarungan ? Tidak !

Saya bukan petarung, karena tidak pernah bisa naik oktagon. Saya hanya penikmat kata dan penyedu kopi walau lebih sering minum teh.

Tapi dalam pertandingan antara Conor McGregor VS Khabib bagi saya itu adalah perputaran uang. Kemenangan Khabib jelas mutlak karena skill dan semangatnya memang bagus.

Namun jika melihat rangkaian drama yang ada dalam pertandingan itu, disinilah ke Jeniusan Conor McGregor. Dari Film dokumenter tentang kisah hidupnya saya sedikit bisa berkesimpulan bahwa Conor McGregor bukan hanya seorang petarung, tapi juga seorang entertain.

Kombinasi Pertarungan dan Entertain akan menghasilkan perputaran uang yang besar.

Jadi menurut kacamata saya, drama-drama yang terjadi selama proses pertandingan itu sengaja dibangun oleh tim Conor McGregor untuk mencari perhatian dunia dengan tujuan untuk menghasilkan perputaran uang yang besar.

Drama ini mirip seperti yang dibuat oleh Floyd Mayweather Jr dalam dunia Boxing. Meskipun dengan konsep berbeda. Kekalahan Conor McGregor dalam pertarungan itu adalah kesialan dia, yang salah memperhitungkan lawan. Tapi dibalik itu, dia juga meraup berbagai keuntungan (fulus). Karena dalam pertandingan Profesional baik yang menang dan kalah juga mendapatkan pembagian penghasilan dari hak siar dan lainnya.

Sekarang dengan meledaknya berita pertarungan mereka yang dibumbui dengan perkelahian pasca Petarungan akan membuat masyarakat pecinta MMA menunggu pertandingan Duel Ulang antara Conor McGregor dan Khabib. Sehingga ini pasti akan meningkatkan penghasilan yang luar biasa besar.

Jadi dengan bumbu drama, akan membuat pertarungan semakin menghibur dan mampu meningkatkan antusiasme penonton untuk menyaksikan pertandingan tersebut.

Banyak Juara Dunia MMA namun saat ini yang paling dikenal Dunia adalah Conor McGregor dan Khabib. Itulah kesuksesan dari rangkaian drama dan pertandingan dalam UFC kemaren.

Begitulah kura-kura. Terima kasih sudah membaca sampai akhir ketikan ini. Jika berminat mari kita ngopi.

Sabtu, 11 Agustus 2018

Drama pengumuman Cawapres untuk Pemilu 2019

Akhirnya teka-teki siapa Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang akan mendampingi Pak Jokowi maupun Cawapres Pak Prabowo terjawab. Sebagaimana kita ketahui bersama Pak Jokowi resmi menggandenga Pak Ma'ruf Amin (Ketua MUI) sedangkan Pak Prabowo denan Pak Sandiaga Uno. Namun yang menarik adalah proses panjang yang penuh drama. Drama pengumuman Cawapres pada Pemilu 2019 ini sangat menarik bagi saya karena (menurut saya) ini bisa dijadikan bahan pengetahuan untuk Pemilu 2024, mengingat polanya selalu mirip ditiap Pilpres.

Drama di masa injury time menjelang pengumuman Cawapres 2019 adalah moment yang cukup menegangkan. Beberapa pengamat mengistilahkan ini seperti dalam pertandingan sepak bola, sebelum peluit panjang berbunyi, keadaan masih bisa berubah. Kira-kira seperti itulah perumpamaan dalam drama penetapan Cawapres kali ini.

Setidaknya dalam catatan saya ada beberapa peristiwa menarik yang saya baca dari drama penetapan kali ini, diantaranya adalah :

Mahfud Md Di-PHP Jokowi

Pada hari minggu (15/7) dalam acara Talk Show, Ketua Umum Partai PPP Muhammad Romahurmuziy mengungkapkan kepada publik bahwa Cawapres Pak Jokowi mengerucut pada 10 nama diantaranya adalah : Ketum PPP Romahurmuziy, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Sri Mulyani, Susi Pudjiastuti, Ma'ruf Amin, Din Syamsuddin, Moeldoko,  Mahfud Md, Chairul Tanjung.

Dari sepuluh kandidat tersebut, pada bulan agustus Bang Romi mengungkapkan ke publik bahwa nama Cawapres Pak Jokowi berinisial 'M' dan itu juga benarkan oleh Pak Jokowi. Kemudian publik pun menduga bahwa Cawapres Pak Jokowi adalah Pak Mahfud MD, karena ciri-ciri yang diungkap sebelumnya yaitu wakil ormas islam terbesar dan sangat berpengalaman di Pemerintahan.


Drama berlanjut sesaat menjelang pengumuman, dimana di hampir banyak media memberitakan bahwa pada pagi hari (9/8) Pak Jokowi menghubungi Pak Mahfud untuk meminta kesediaan beliau menjadi Cawapresnya. Sehingga pada saat seluruh Pimpinan partai koalisi berkumpul bersama Pak Jokowi untuk persiapan deklarasi Capres dan Cawapres, Pak Mahfud juga bersiap diri di tempat yang tidak jauh dari lokasi deklarasi. Namun, drama masih berlanjut, beberapa menit menjelang pengumuman Cawapres oleh Pak Jokowi, mulai muncul dinamika tentang perubahan calon Cawapres.

Hingga akhirnya kejutan itu muncul dengan diputuskan dan diumumkan bahwa Cawapres yang akan mendampingi Pak Jokowi adalah Pak Ma'ruf Amin, maka terjawab sudah terkait teka-teki pendamping Pak Jokowi. Publik pun merasa kaget dan terheran kenapa bukan Pak mahfud yang dipilih, masyarakat mulai riuh dengan pilihan Pak Jokowi tersebut.

Bagi Pak Mahfud, ini adalah kali ke-2 beliau diberi harapan palsu oleh Pak Jokowi, mengingat pada tahun 2014 lalu juga beliau digadang-gadang akan dijadikan Cawapres untuk Pak Jokowi namun batal juga.

Dalam kesempatan ini (dengan keterbatasan ilmu) saya juga ikut membuat analisa dan menebak tentang siapa yang akan mendampingi Pak Jokowi menjadi Cawapres. Hal itu saya ungkap melalui twitter saya. Pada saat itu saya merasa bahwa Pak Jokowi akan lebih memilih Pak Ma'ruf dibanding dengan Pak Mahfud.

AHY Gagal Jadi Cawapres Prabowo

Selain drama kegagalan Pak Mahfud menjadi Cawapres Pak Jokowi, drama lain yang tidak kalah seru juga terjadi di kubu Pak Prabowo. AHY yang digadang-gadang akan mendampingi Pak Prabowo, namun rupanya di masa injury time batal dan diganti dengan Pak Sandiaga.

Drama bermula dari kedekatan Demokrat dengan Pak Prabowo beberapa minggu menjelang penetapan, mulai dari saling mengunjungi antara Pak Prabowo dengan Pak SBY kemudian disusul dengan komunikasi politik yang intens antara Demokrat, Gerindran, PAN dan PKS.

Kemudian Pak Prabowo memberikan sinyal bakal mengusung AHY sebagai Cawapres beliau, namun rupanya rencana tersebut ditolak oleh PAN dan PKS. Sehingga PKS membuat manuver dengan mengadakan Ijitimak Ulama dan merekomendasikan nama Cawapres yang direkomendasikan. Dari nama-nama hasil ijitimak ulama yang digagas PKS tidak ada nama AHY sehingga Pak Prabowo mulai mendapatkan tekanan dari partai koalisi lain, utamanya PAN dan PKS.

Sampailah pada dua hari menjelang deklarasi publik dikejutkan dengan cuitan Wasekjend Demokrat yang menyebut Pak Prabowo sebagai Jenderal Kardus. Tidak kalah hebohnya lagi, cuitan lanjutannya adalah ungkapan yang menyatakan bahwa PAN dan PKS telah dibayar (masing-masjng) 500 Miliyar untuk memuluskan langkah Pak Sandiaga sebagai Cawapres Pak Prabowo.

Ketegangan pun masih berlanjut sampai pada deklarasi pengumuman Cawapres oleh Pak Prabowo yang menetapkan Pak Sandiaga Uno sebagai Cawapres beliau. Tentu ini sangat mengecewakan Demokrat yang sudah mengusulkan AHY mengingat elektabilitas AHY termasuk tinggi dibanding kandidat lainnya.

Pemilihan Pak Sandiaga sebagai Cawapres Pak Prabowo adalah kado pahit yang harus diterima oleh AHY di hari ulang tahunnya yang ke-40.

Begitulah drama yang berlangsung menjelang penetapan Cawapres dari masing-masing calon. Saya sendiri menganalisa bahwa Pak Prabowo akan maju bersama Pak Anis, selain itu saya juga menebak bahwa pada akhirnya Pak Prabowo akan mengikuti kemauan PKS dalam menentukan pasangannya. Mengingat dinamika Pilkada DKI saat itu.


Kamis, 09 Agustus 2018

Pengalaman mengikuti seleksi anggota KPU dan Bawaslu Kota Batam

Tulisan ini adalah cerita dari pengalaman saya ketika mengikuti seleksi anggota KPU dan Bawaslu Kota Batam untuk masa bakti 2018-2023. Meskipun pada akhirnya saya gagal, namun pengalaman mengikuti seleksi anggota KPU dan Bawaslu Kota Batam adalah pengalaman yang menarik dalam hidup saya, karena banyaknya tahapan seleksi, sehingga bisa berinteraksi dengan teman sesama peserta seleksi dan juga pengalaman lainnya.

Sedih karena gagal itu pasti, namun untuk apa terpuruk hanya karena gagal, lebih baik mempelajari dan mencari tahu penyebab kegagalan. Salah satu tujuan saya ingin menuliskan cerita ini adalah sebagai pengingat saya dan pelajaran jika suatu saat nanti saya ikut kembali untuk mengikuti seleksi pada lembaga yang sama ataupun lembaga lainnya.
Tanda peserta seleksi anggota KPU dan Bawaslu Kota Batam
Dari pengalaman mengikuti seleksi anggota KPU dan Bawaslu Kota Batam, dalam proses seleksinya ada beberapa tahapan tes yang harus dilalui oleh para peserta seleksi, diantaranya adalah :

1. Seleksi Administrasi

Pada seleksi tahap pertama ini, dokumen persyaratan yang sebelumnya kita serahkan ke Panitia seleksi (Pansel) akan dilakukan pengecekan apakah sudah memenuhi persyaratan atau tidak. Jika berkas tersebut dinyatakan memenuhi persyaratan dan dinyatakan lulus, maka peserta dapat melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu tes CAT.

2. Tes CAT (Computer Assisted Test)

Mulai periode ini, tes CAT resmi digunakan pada tahapan seleksi penerimaan anggota KPU maupun Bawaslu. Tes ini memberikan kemudahan, karena hasilnya sudah muncul langsung sesaat setelah kita menyelesaikan tes. Pada saat saya mengikuti seleksi KPU Kota Batam, saya gagal di tahap ini, kemudian pada saat saya mengikuti seleksi Bawaslu Kota Batam (Alhamdulillah) saya bisa meraih nilai posisi tiga besar tertinggi. Dari pengalaman saya saat mengikuti tes CAT hal yang penting untuk menghadapi tes ini adalah ketenangan dan kemampuan untuk menganalisa soal dengan baik. Karena soal-soal yang muncul adalah soal tentang pemahaman dari UUD 1945 tentang Pemilu, UU Pemilu dan Peraturan Turunannya (Peraturan KPU/Bawaslu). Kalau menurut saya porsi soal terbanyak dari pemahaman Peraturan KPU/Bawaslu.

3. Tes Psikotes

Dalam tes psikotes, Pansel menggandeng tim SDM Polda Kepri sehingga pelaksana tes psikotes dilakukan oleh dim Biro SDM Polda Kepri dibantu dengan HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia) Kota Batam. Tes ini terdiri dari beberapa bentuk tes, diantaranya adalah :

a. Tes Kecerdasan Akademik/Intelejensi
Kalau dari pengalaman temen-temen yang mengikuti seleksi KPU, tes pertama adalah tes kecerdasan akademik dimana soal-soalnya dapat anda pelajari melalui buku/aplikasi smartphone Tes potensi akademik. Namun saat saya mengikuti tes Bawaslu, tes yang digunakan adalah tes iq yang terdiri dari 4 statemen dimana kesemuanya adalah pola gambar. Dalam pengerjaan setiap statemen kita dibatasi oleh waktu sehingga perlu belajar manajemen waktu dan penguasaan soal.

b. Kraepelin Test  (Hitung Koran)
Pada tes ini kita akan diberikan selembar kertas A3 dimana dalam kertas itu sudah ada deretan angka. Tugas kita adalah menghitung angka dengan pola dari bawah keatas. Tes ini digunakan untuk mengukur performance kita dalam bekerja, apakah kita memiliki daya tahan yang baik dalam tekanan atau tidak. Berdasarkan saran dari teman saya yang juga psikolog jangan terpancing untuk membuat grafik yang cenderung lurus karena itu sangat terlihat manipulasi. Ingat psikolog adalah orang yang mempelajari cara berfikir orang, jadi hal seperti itu mudah bagi mereka untuk mengetahui. Kucinya saat mengerjakan soal ini, mulailah berlatih menghitung dan jangan lupa olahraga tangan karena untuk melakukan penjumlahan kita dibatasi waktu.

c. Perception and Preference Inventory (PAPI) Tes
Dalam tes ini kita dihadapkan pada 90 soal yang nantinya akan mengukur kemampuan dalam hal Kepemimpinan, manajemen, interaksi sosial, cara kerja, kedewasaan emosional dll. Jadi silahkan dicari bahan belajar untuk mempersiapkan tes ini.

d. Tes Gambar 
Dalam tes gambar ini kita disuruh menggambar. Ada empat model gambar, 1) Tes Warteg; 2) Menggambar orang; 3) Menggambar Pohon; 4) Menggambar Orang, Rumah dan Pohon dalam satu kertas.

4. Tes Kesehatan

Tes kesehatan ini kita akan dicek kesehatan fisik maupun mental kita. Untuk tes fisik hampir semuanya di tes, mulai dari tes narkoba, tes darah, jantung, mata, gigi dll. Namun Salah satu tes yang melelahkan dalam tahapan tes kesehatan ini adalah tes kejiwaan, karena kita diminta untuk menjawab soal yang jumlahnya sekitar 566 soal, ini yang menurut saya cukup bikin pegel pundak.

5. Tes Wawancara

Pada tahapan tes wawancara ini, Pansel akan melakukan pendalaman terhadap pribadi kita baik dari sisi pengetahuan tentang bidang yang akan kita tempati maupun rekam jejak kita sebagai individu. Selain itu, jika ada laporan dari masyarakat maka akan dilakukan klarifikasi dari laporan tersebut. Intinya dalam tes wawancara ini, Pansel akan melihat apakah kita benar-benar dianggap layak untuk menduduki jabatan tersebut. Pertanyaannya hampir seputar kehidupan kita sebagaimana yang kita tulis dalam makalah sebelumnya dan pertanyaan berkaitan dengan hal umum dalam masalah kepemiluan. Sehingga kemampuan komunikasi dalam menjawab pertanyaan dan menyampaikan program yang ditawarkan serta rekam jejak kita memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan hasil wawancara ini. Selain itu pengetahuan yang perlu dimiliki adalah pengetahuan tentang Dasar Hukum Pemilu, Struktur Politik dan Hukum di Indonesia serta Dinamika Politik dan Kepemiluan di Indonesia.

6. Tes Kelayakan (Fit and Propertest)

Karena saya belum pernah sampai dalam dalam tahapan ini, namun dari info yang saya dapatkan dari teman-teman yang sudah melewati tes ini. Dalam tahapan ini, 10 orang peserta akan di tes oleh anggota Bawaslu Provinsi dan peserta akan dilihat kembali kemampuannya secara teknis dalam menjalankan tugas sebagai anggota KPU maupun Bawaslu. Jadi memang perlu mendalami penguasaan tugas kepemiluan beserta tahapannya.


Itulah tahapan seleksi anggota KPU dan Bawaslu yang pernah saya ikuti. Meskipun saya gagal, saya ingin agar pengalaman ini bisa menjadi bahan evaluasi saya untuk menjadi lebih baik lagi. Selain itu saya juga ingin agar orang lain bisa belajar dari kegagalan saya.

Proses seleksi anggota KPU dan Bawaslu membutuhkan waktu yang cukup panjang karena rangkaian tesnya yang harus dilewati tahap demi tahap, sehingga kesiapan mental sangat diperlukan. Oleh karena itu, jika ingin menjadi anggota KPU ataupun Bawaslu saran saya harus mulai dipersiapkan jauh hari, mulai dari mempelajari Undang-Undang Pemilu, membaca setiap dinamika Politik yang terjadi dan Jalin silaturahmi dengan banyak orang penting agar menambah pengetahuan tentang Politik dan Kepemiluan di Indonesia.


Jumat, 16 Februari 2018

Mengajar Bukan Tugas Guru

Mengajar bukan tugas guru begitulah judul yang sengaja saya ambil untuk artikel ini. Guru adalah sebuah profesi yang tempat kerjanya ada di sekolah, mulai dari TK, SD sampai SMA/SMK/MA. Biasanya ketika sudah lewat tahap sekolah atau perguruan tinggi akan disebut Dosen, bukan Guru lagi. Namun seorang Dosen juga pada akhirnya harus dituntut untuk mengejar gelar Guru yang dalam bahasa kerennya disebut Profesor. Itu adalah jenjang Guru paling paripurna.

Selama ini, kebanyakan dari orang tua akan menyerahkan sepenuhnya proses belajar anak ke sekolah. Jika nilai anak masih (menurut orang tua) jelek, maka anak akan diberikan les tambahan sampai nilainya menjadi bagus.

Guru selalu dijadikan tumpuan para orang tua untuk menjadikan anak-anak mereka pintar. Hal ini terlihat bagaimana sikap orang tua yang menganggap sekolah ibarat sebuah pabrik yang produknya adalah kepintaran untuk anak-anak.

Sehingga timbul beberapa pertanyaan diantaranya adalah, apakah ilmu itu sebatas yang dipelajari di sekolah saja ?
Berapa banyak waktu yang digunakan anak untuk belajar di kelas ?
Dengan waktu yang singkat apakah itu cukup memberinya bekal untuk berjuang melewati hidup ?

Guru dijadikan Manusia Super  yang harus menguasai segala macam. Orang tua selalu menuntut kesempurnaan bagi anaknya. Disisi yang lain, semakin banyak sarjana muda yang terhempas dari kerasnya persaingan zaman.

Lalu apa mau kita salahkam guru jika para sarjana muda ini hanya menjadi pengangguran ?

Persaingan meraih nilai tinggi telah menghilangkan esensi dari pendidikan itu sendiri. Sekolah hanya media, sedangkan hakekat pendidikan adalah pembelajaran. Nilai-nilai pembelajaran disampaikan oleh pengajar.

Apakah pengajar itu Guru ?

Jawabannya tidak, tapi Guru adalah seorang pengajar. Tugas Guru adalah mengajarkan nilai-nilai keilmuan. Namun, mengajar bukan tugas Guru saja.

Kesuksesan anak dalam menyelesaikan pendidikan dan sukses karirnya sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Jika diperhatikan dengan seksama, anak yang gagal adalah anak yang belajarnya hanya diserahkan ke sekolah. Sehingga anak mencari pengajar lain diluar sekolah.

Beruntung jika pengajarnya yang ditemuinya adalah orang yang memberikan pengetahuan positif, namun jika sebaliknya maka jangan salahkan Guru jika anak mengalami kegagalan dikemudian hari. Orang tua memiliki peran penting dalam mengelola proses pendidikan anak. Sehingga kerjasama yang baik antara orang tua dan guru akan menghasilkan generasi yang berilmu.

Namun, itu saja tidak cukup. Karena Guru memiliki batasan utamanya pengalaman lapangan. Sehingga, membutuhkan para pakar yang telah berkecimpung dan makan asam garam di lapangan (sesuai bidangnya) untuk membagi pengalamannya. Oleh karena itu, mengajar bukan hanya tugas Guru, namun mengajar adalah tugas setiap orang berilmu.

Akhir kata dari artikel ini, saya mengajak rekan-rekan pembaca sekalian untuk dapat meluangkan waktu membagi ilmu maupun menularkan nilai-nilai positif dalam kelas inspirasi. Sehingga generasi yang akan datang adalah generasi yang benar-benar siap menghadapi persaingan zaman.

Jumat, 18 Maret 2016

Fenomena Equinox hanya Hoax, Tapi Batam Tetap Panas

Dua hari terakhir ini dunia jagat maya digegerkan dengan berita yang berisi himbauan untuk tidak keluar disiang hari (pukul 12.00 - 15.00 WIB) mulai tanggal 20 Maret 2015 dan selama lima hari kedepannya.

Dikatakan dalam viral tersebut, pada tanggal itu akan ada fenomena Equinox yang akan membahayakan manusia karena dapat menyebabkan dehidrasi dan heat stroke.

Sebenarnya apa seh Equinox itu ?

Equinox adalah kejadian dimana posisi matahari berada pas diatas jalur katulistiwa dan kejadian ini akan terjadi dua kali dalam satu tahun.
Istilah equinox berasal dari bahasa Yunani yang artinya Malam yang Panjang, karena saat equinox terjadi  saat malam akan mengalami gelap yang panjang begitu juga saat siang akan terang lebih panjang.

Lalu apakah berita yang sudah terlanjur jadi viral itu benar adanya ?

Menurut Pak Philip Mustamu selaku Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim, yang dilansir oleh beberapa media online nasional mengatakan bahwa isu equinox yang akan menghantam Provinsi Kepri hari minggu besok adalah tidak benar.

Suhu di wilayah Kepri yang diberitakan akan mencapai 40 derajat celcius sebenar hanya mencapai 34 derajat celcius. Rata-rata suhu udara di Kepri maksimal 32 sampa 33 derajat celcius.

Equinox memang akan terjadi tanggal 21 Maret namun itu terjadi dibelahan bumi bagian selatan dan akan melintasi bagian bumi utara pada tanggal 23 September 2015.
Jadi masyarakat di Prov. Kepri tidak usah takut dengan isu fenomena equinox yang akan muncul akhir pekan ini karena itu 1000% HOAX.

Walaupun itu berita hoax saya sendiri juga tidak mau keluar disiang hari di hari minggu apalagi saat pukul 12.00 WIB karena tanpa equinox juga tetap panas, dan itu hari libur lebih baik di rumah menikmati liburan bersama keluarga. Hehehe

UWTO Batam Murah Tapi Mahal, lebih baik dihapus saja


Bermula dari rencana saya untuk membeli rumah di daerah kelurahan belian kota Batam, membuat saya sedikit memiliki pengalaman yang dapat saya bagi untuk pembaca tentang UWTO.

Jika anda orang Batam pasti anda akan tahu apa itu UWTO, tapi jika anda dari luar Batam saya akan sedkit menjelaskan apa itu UWTO.

UWTO yang merupakan kependekan dari Uang Wajib Tahunan Otorita adalah uang sewa tanah di Batam yang dibayarkan ke Otorita Batam. Artinya setiap orang yang punya rumah di Batam wajib membayar sewa lahan ke Otorita Batam. Lahan di Batam memiliki batasan waktu penggunaan. Jika batas waktu telah habis, maka pemilik rumah tersebut wajik memperpanjang ijin penggunaan lahan atas rumah tersebut. Biasanya ijinnya selama 30 tahun, dan wajib memperpanjang 2 tahun sebelum hak ijin penggunaan lahan habis.

Jadi meskipun anda punya rumah di Batam, sebenarnya anda hanya ngontrak. Kalau mau status kepemilikan rumahnya lebih lama lagi, bearti harus memperpanjang, kalau tidak ya siap-siap digusur.

Harga ijin lahan tiiap kecamatan berbeda-berbeda dan sudah diitetapkan oleh Otorita Batam, anda dapat mengeceknya disini.

Jika melihat list tarip ijin tanah per meter yang dikeluarkan oleh Otorita Batam, saya akan berpendapat murah. Namun untuk sampai penerbitan sertifikat, anda akan tercengang karena membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang cukup lama. Dimana pada akhirnya anda akan lebih memilih menggunakan jasa notaris untuk menyelesaikan pengurusan perpanjangan ijin sewa lahan tersebut.

Birokrasi di Indonesia memang harus diperbaiki, culture pelayanan di Pemerintahan terlanjur memiliki pola pikiir, "kalau bisa diperlama ngapain dipercepat" itulah culture pelayanan  kita. Puncak dari itu semua adalah UUD (ujung-ujungnya Duit)

Dalam benak saya, saat akan memperpanjang UWTO adalah mudah dan murah, namun setelah dijalani prosesnya sangat melelahkan dan rumit. 

Pertama, anda harus mengajukan surat permohonan perpanjangan UWTO di PTSP Gedung Sumatera Expo dengan menyertakan surat permohonan dan berkas tanah kita, mulai dari sertifikat tanah, gambar Pecah Lahan, dsb.

Setelah itu, anda harus menunggu berkas anda diproses oleh bagian lahan untuk dikeluarkan biaya perpanjangan lahan tersebut (dari pengalaman teman saya bisa memakan waktu 3-4 bulan)

Jika tagihan pembayaran sudah dikeluarkan, anda harus membayar dan menyerahkan bukti pembayaran UWTO ke bagian lahan. Kemudian bagian lahan akan membuatkan S-Kep. Proses in bisa memakan waktu hingga 6-8 bulan dan itu tidak gratis harus bayar (kisaran jutaan juga) padahal kita sudah membayar UWTO.

Setelah S-Kep keluar, berikutnya kita mengajukan perpanjangan sertifikat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) proses di BPN juga membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan ada yang sampai bertahun-tahun.

Padahal rumah yang kita tempati itubeli dan harganya tidak murah, untuk memperpanjang ijin lahan saja harus lama prosesnya.

Mudah-mudahan rencana Pak Menteri ATR/BPN untuk menghapus UWTO  menjadi kenyataan. Mengingat selain membayar UWTO, pemilik rumah di Batam juga wajib membayar PBB tiap tahunnya. Jadi lebih baik dihilangkan saja pungutan UWTO nya.