Tampilkan postingan dengan label BASIS DATA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BASIS DATA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Oktober 2017

PDKT dengan Sistem Basis Data #Pertemuan2

Setelah berkenalan dengan basis data layaknya proses pacaran, saatnya kita PDKT biar bisa mengenal secara lebih dalam seluk beluk database.

Menurut Jogianto (2005: 2) sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan/proses tertentu.

Jadi dalam teknologi database, sebuah basisdata akan lebih berguna jika ada pengelolanya dan penggeraknya. Hal ini dikarenan Basis Data hanya sebuah obyek pasif, yang ada karena dibuat namun tidak akan bisa melakukan apa-apa tanpa adanya DMBS.

Oleh karena itu secara umum sebuah Sistem Basis Data merupakan sistem yang terdiri dari kumpulan tabel data yang saling berhubungan dan sekumpulan program yang memungkinkan beberapa pemakai untuk mengakses dan memanipulasi tabel-tabel tersebut.

Dalam sebuah sistem basis data memiliki komponen-komponen utama sebagai berikut :
1. Perangkat Keras, 
2. Sistem Operasi, 
3. Basisdata
4. Pengelola Data Base (DBMS)
5. User

Nah, untuk PDKT tahap awal ini, kita cukupkan sampai disini dulu, untuk pembahasan lebih lanjut akan diuraikan pada postingan berikutnya... :-)

Berkenalan dengan Basisdata, #Pertemuan1


Jika anda menjadi wanita yang ada dalam gambar diatas, apa yang akan anda lakukan saat anda diminta untuk mencari sebuah data yang ada dalam arsip tersebut ? Berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk mendapatkan data yang sesuai dengan permintaan tadi ?

Sudah pasti hal itu akan membuat anda semakin naik darah, karena sekian banyak data yang berserakan tidak menentu, waktu yang anda butuhkan pasti tidak sebentar untuk mencarinya, dan hasilnya kerja anda tidak efisien. Apalagi jumlah arsip setiap waktu selalu bertambah, pasti bakal kompleks permasalahannya.

Nah, untuk mengatasi hal itu, biasanya kita mengorganisasikan arsip tersebut dan menyimpannya pada lemari arsip, namun sebelumnya kita akan melabeli tiap arsip dengan kode tertentu agar kita dapat mencarinya lain waktu (jika diperlukan).



Dan, apa hubungannya lemari arsip dengan database ? Emangnya kita mau promoin lemari arsip ?
heheheee.... sabar ya...
Basisdata/database memiliki fungsi yang hampir sama dengan lemari arsip, dimana basisdata digunakan untuk menyimpan data yang disusun/diatur berdasarkan kategori, dan memiliki kode/penomoran yang berbeda agar memudahkan saat proses pencarian datanya.

Namun dibandingkan lemari arsip, basisdata memiliki keunggulan dari sisi kemudahandan kecepatannya dan penyimpanannya berada di komputer.

Secara definisi, basis data terdiri dari 2 (dua) kata yaitu "Basis" dan "data". Kata "Basis" disini dapat diartikan sebagai gudang atau tempat berkumpul, sedangkan "data" memiliki pengertian, informasi yang memiliki makna.

Jadi basis data dapat diartikan sebagai kumpulan informasi yang disimpan dikomputer dan dapat dikelola kembali dengan menggunakan program komputer.

Dan program komputer yang biasa digunakan untuk mengelola informasi (basis data) disebut Database Management System (DBMS).

Dan pada implementasinya, basis data banyak digunakan di berbagai bidang pekerjaan, dan hampir semua instansi telah menggunakannya.

Mungkin, sedikit pembahasan diatas bisa memberikan gambaran tentang apa itu basis data, sehingga pada tahap perkenalan ini bisa memberi kesan yang baik, sehingga untuk  mengenal lebih dalam lagi tentang basis data pada postingan berikutnya bisa lebih menyenangkan lagi.

bye.. bye... :-)

*) Tulisan ini sebelumnya saya publish di blog lama saya..

Rabu, 23 Maret 2016

Database : Entity Relationship Diagram

Entity Relationship Diagram (ER Diagram) merupakan Notasi yang digunakan untuk merancang atau mendesasin sebuah Database dengan tujuan untuk menunjunkan keterhubungan antar data dalam suatu database. 

ERD akan membantu seorang developer dalam membuat database sistem yang akan dikembangkan.

Notasi ER yang umum digunakan oleh seorang analis adalah simbol entitas, relasi, attribute dan garis penghubung.

PERSEGI PANJANG, merupakan simbol dari Entitas dimana entitas merupakan simbol yang mewakili suatu objek yang memiliki karakteristik sebagai attributnya. Entitas dapat berupa benda, pekerjaan, tempat dan orang.

OVALE, merupakan simbol dari atribut dimana atribut merupakan karakteristik yang melekat pada suatu entitas, setiap atribut yang unik akan menjadi key dari atribut tersebut.

BELAH KETUPAT, merupakan simbol dari relasi, dimana relasi ini digunakan untuk menghubungkan antar entitas dalam suatu database.

GARIS, merupakan penghubung antar notasi untuk menerangkan adanya keterkaitan antar notasi tersebut.

Kardinalitas Dalam ERD hal yang paling penting adalah Relasi atau hubungan antar entitas.

Dalam hubungan Relasi tersebut juga dibedakan menjadi tiga derajat, atau yang biasa dikenal dengan istilah kardinalitas yang merupakan derajat keterhubungan antarrelasi, yaitu :
1. One to One

Setiap satu entitas pada himpunan entitas A hanya dapat berelasi dengan satu entitas saja pada himpunan entitas B. Begitu pun sebaliknya, bahwa setiap satu entitas pada himpunan entitas B hanya dapat berelasi dengan satu entitas saja pada himpunan entitas A.


Misalnya setiap dosen paling banyak mengepalai satu jurusan dan satu jurusan hanya dikepalai oleh satu orang dosen.

2. One to Many atau Many to One
Dalam kardinalitas One to Many mempunyai arti bahwa setiap satu entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan banyak entitas pada himpunan entitas B. Namun tidak demikian untuk sebaliknya, bahwa beberapa entitas pada himpunan entitas B hanya dapat berelasi dengan satu entitas saja pada himpunan entitas A.

Misalnya, Setiap dosen dapat mengajar lebih dari mata kuliah, sedangkan matakuliah hanya diajarkan oleh satu dosen.

Sedangkan untuk Many to One mempunyai arti bahwa beberapa entitas pada himpunan entitas A hanya dapat berelasi dengan satu entitas saja pada himpunan entitas B. Namun tidak demikian untuk sebaliknya, bahwa setiap satu entitas pada himpunan entitas B dapat berelasi dengan beberapa entitas pada himpunan entitas A.


3. Many to Many
Beberapa entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan banyak entitas pada himpunan entitas B. Demikian juga untuk sebaliknya, bahwa beberapa entitas pada himpunan entitas B dapat berelasi dengan banyak entitas pada himpunan entitas A.

Misalnya, setiap mahasiswa dapat mempelajari lebih dari satu mata kuliah, dan setiap mata kuliah dapat dipelajari oleh lebih dari satu orang mahasiswa.

Tahapan Pembuatan ERD Kemudian, setelah kita mengetahui bentuk, bentuk kardinalitas, selanjutnya kita akan masuk kepada tahapan dalam pembuatan ER Diagram. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut :
1. Identifikasi Entitas
2. Menentukan Attribut Key
3. Identifikasi relasi
4. Menentukan Kardinalitas
5. melengkapi Desan dengan atrribut non key.

Detail materinya dapat dilihat di slide dibawah ini :