Kamis, 09 Agustus 2018

Pengalaman mengikuti seleksi anggota KPU dan Bawaslu Kota Batam

Tulisan ini adalah cerita dari pengalaman saya ketika mengikuti seleksi anggota KPU dan Bawaslu Kota Batam untuk masa bakti 2018-2023. Meskipun pada akhirnya saya gagal, namun pengalaman mengikuti seleksi anggota KPU dan Bawaslu Kota Batam adalah pengalaman yang menarik dalam hidup saya, karena banyaknya tahapan seleksi, sehingga bisa berinteraksi dengan teman sesama peserta seleksi dan juga pengalaman lainnya.

Sedih karena gagal itu pasti, namun untuk apa terpuruk hanya karena gagal, lebih baik mempelajari dan mencari tahu penyebab kegagalan. Salah satu tujuan saya ingin menuliskan cerita ini adalah sebagai pengingat saya dan pelajaran jika suatu saat nanti saya ikut kembali untuk mengikuti seleksi pada lembaga yang sama ataupun lembaga lainnya.

Tanda peserta seleksi anggota KPU dan Bawaslu Kota Batam
Dari pengalaman mengikuti seleksi anggota KPU dan Bawaslu Kota Batam, dalam proses seleksinya ada beberapa tahapan tes yang harus dilalui oleh para peserta seleksi, diantaranya adalah :

1. Seleksi Administrasi

Pada seleksi tahap pertama ini, dokumen persyaratan yang sebelumnya kita serahkan ke Panitia seleksi (Pansel) akan dilakukan pengecekan apakah sudah memenuhi persyaratan atau tidak. Jika berkas tersebut dinyatakan memenuhi persyaratan dan dinyatakan lulus, maka peserta dapat melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu tes CAT.

2. Tes CAT (Computer Assisted Test)

Mulai periode ini, tes CAT resmi digunakan pada tahapan seleksi penerimaan anggota KPU maupun Bawaslu. Tes ini memberikan kemudahan, karena hasilnya sudah muncul langsung sesaat setelah kita menyelesaikan tes. Pada saat saya mengikuti seleksi KPU Kota Batam, saya gagal di tahap ini, kemudian pada saat saya mengikuti seleksi Bawaslu Kota Batam (Alhamdulillah) saya bisa meraih nilai posisi tiga besar tertinggi. Dari pengalaman saya saat mengikuti tes CAT hal yang penting untuk menghadapi tes ini adalah ketenangan dan kemampuan untuk menganalisa soal dengan baik. Karena soal-soal yang muncul adalah soal tentang pemahaman dari UUD 1945 tentang Pemilu, UU Pemilu dan Peraturan Turunannya (Peraturan KPU/Bawaslu). Kalau menurut saya porsi soal terbanyak dari pemahaman Peraturan KPU/Bawaslu.

3. Tes Psikotes

Dalam tes psikotes, Pansel menggandeng tim SDM Polda Kepri sehingga pelaksana tes psikotes dilakukan oleh dim Biro SDM Polda Kepri dibantu dengan HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia) Kota Batam. Tes ini terdiri dari beberapa bentuk tes, diantaranya adalah :

a. Tes Kecerdasan Akademik/Intelejensi
Kalau dari pengalaman temen-temen yang mengikuti seleksi KPU, tes pertama adalah tes kecerdasan akademik dimana soal-soalnya dapat anda pelajari melalui buku/aplikasi smartphone Tes potensi akademik. Namun saat saya mengikuti tes Bawaslu, tes yang digunakan adalah tes iq yang terdiri dari 4 statemen dimana kesemuanya adalah pola gambar. Dalam pengerjaan setiap statemen kita dibatasi oleh waktu sehingga perlu belajar manajemen waktu dan penguasaan soal.

b. Kraepelin Test  (Hitung Koran)
Pada tes ini kita akan diberikan selembar kertas A3 dimana dalam kertas itu sudah ada deretan angka. Tugas kita adalah menghitung angka dengan pola dari bawah keatas. Tes ini digunakan untuk mengukur performance kita dalam bekerja, apakah kita memiliki daya tahan yang baik dalam tekanan atau tidak. Berdasarkan saran dari teman saya yang juga psikolog jangan terpancing untuk membuat grafik yang cenderung lurus karena itu sangat terlihat manipulasi. Ingat psikolog adalah orang yang mempelajari cara berfikir orang, jadi hal seperti itu mudah bagi mereka untuk mengetahui. Kucinya saat mengerjakan soal ini, mulailah berlatih menghitung dan jangan lupa olahraga tangan karena untuk melakukan penjumlahan kita dibatasi waktu.

c. Perception and Preference Inventory (PAPI) Tes
Dalam tes ini kita dihadapkan pada 90 soal yang nantinya akan mengukur kemampuan dalam hal Kepemimpinan, manajemen, interaksi sosial, cara kerja, kedewasaan emosional dll. Jadi silahkan dicari bahan belajar untuk mempersiapkan tes ini.

d. Tes Gambar 
Dalam tes gambar ini kita disuruh menggambar. Ada empat model gambar, 1) Tes Warteg; 2) Menggambar orang; 3) Menggambar Pohon; 4) Menggambar Orang, Rumah dan Pohon dalam satu kertas.

4. Tes Kesehatan

Tes kesehatan ini kita akan dicek kesehatan fisik maupun mental kita. Untuk tes fisik hampir semuanya di tes, mulai dari tes narkoba, tes darah, jantung, mata, gigi dll. Namun Salah satu tes yang melelahkan dalam tahapan tes kesehatan ini adalah tes kejiwaan, karena kita diminta untuk menjawab soal yang jumlahnya sekitar 566 soal, ini yang menurut saya cukup bikin pegel pundak.

5. Tes Wawancara

Pada tahapan tes wawancara ini, Pansel akan melakukan pendalaman terhadap pribadi kita baik dari sisi pengetahuan tentang bidang yang akan kita tempati maupun rekam jejak kita sebagai individu. Selain itu, jika ada laporan dari masyarakat maka akan dilakukan klarifikasi dari laporan tersebut. Intinya dalam tes wawancara ini, Pansel akan melihat apakah kita benar-benar dianggap layak untuk menduduki jabatan tersebut. Pertanyaannya hampir seputar kehidupan kita sebagaimana yang kita tulis dalam makalah sebelumnya dan pertanyaan berkaitan dengan hal umum dalam masalah kepemiluan. Sehingga kemampuan komunikasi dalam menjawab pertanyaan dan menyampaikan program yang ditawarkan serta rekam jejak kita memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan hasil wawancara ini. Selain itu pengetahuan yang perlu dimiliki adalah pengetahuan tentang Dasar Hukum Pemilu, Struktur Politik dan Hukum di Indonesia serta Dinamika Politik dan Kepemiluan di Indonesia.

6. Tes Kelayakan (Fit and Propertest)

Karena saya belum pernah sampai dalam dalam tahapan ini, namun dari info yang saya dapatkan dari teman-teman yang sudah melewati tes ini. Dalam tahapan ini, 10 orang peserta akan di tes oleh anggota Bawaslu Provinsi dan peserta akan dilihat kembali kemampuannya secara teknis dalam menjalankan tugas sebagai anggota KPU maupun Bawaslu. Jadi memang perlu mendalami penguasaan tugas kepemiluan beserta tahapannya.


Itulah tahapan seleksi anggota KPU dan Bawaslu yang pernah saya ikuti. Meskipun saya gagal, saya ingin agar pengalaman ini bisa menjadi bahan evaluasi saya untuk menjadi lebih baik lagi. Selain itu saya juga ingin agar orang lain bisa belajar dari kegagalan saya.

Proses seleksi anggota KPU dan Bawaslu membutuhkan waktu yang cukup panjang karena rangkaian tesnya yang harus dilewati tahap demi tahap, sehingga kesiapan mental sangat diperlukan. Oleh karena itu, jika ingin menjadi anggota KPU ataupun Bawaslu saran saya harus mulai dipersiapkan jauh hari, mulai dari mempelajari Undang-Undang Pemilu, membaca setiap dinamika Politik yang terjadi dan Jalin silaturahmi dengan banyak orang penting agar menambah pengetahuan tentang Politik dan Kepemiluan di Indonesia.


    Choose :
  • OR
  • To comment
Tidak ada komentar:
Write komentar