Jumat, 18 Maret 2016

UWTO Batam Murah Tapi Mahal, lebih baik dihapus saja


Bermula dari rencana saya untuk membeli rumah di daerah kelurahan belian kota Batam, membuat saya sedikit memiliki pengalaman yang dapat saya bagi untuk pembaca tentang UWTO.

Jika anda orang Batam pasti anda akan tahu apa itu UWTO, tapi jika anda dari luar Batam saya akan sedkit menjelaskan apa itu UWTO.

UWTO yang merupakan kependekan dari Uang Wajib Tahunan Otorita adalah uang sewa tanah di Batam yang dibayarkan ke Otorita Batam. Artinya setiap orang yang punya rumah di Batam wajib membayar sewa lahan ke Otorita Batam. Lahan di Batam memiliki batasan waktu penggunaan. Jika batas waktu telah habis, maka pemilik rumah tersebut wajik memperpanjang ijin penggunaan lahan atas rumah tersebut. Biasanya ijinnya selama 30 tahun, dan wajib memperpanjang 2 tahun sebelum hak ijin penggunaan lahan habis.

Jadi meskipun anda punya rumah di Batam, sebenarnya anda hanya ngontrak. Kalau mau status kepemilikan rumahnya lebih lama lagi, bearti harus memperpanjang, kalau tidak ya siap-siap digusur.

Harga ijin lahan tiiap kecamatan berbeda-berbeda dan sudah diitetapkan oleh Otorita Batam, anda dapat mengeceknya disini.

Jika melihat list tarip ijin tanah per meter yang dikeluarkan oleh Otorita Batam, saya akan berpendapat murah. Namun untuk sampai penerbitan sertifikat, anda akan tercengang karena membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang cukup lama. Dimana pada akhirnya anda akan lebih memilih menggunakan jasa notaris untuk menyelesaikan pengurusan perpanjangan ijin sewa lahan tersebut.

Birokrasi di Indonesia memang harus diperbaiki, culture pelayanan di Pemerintahan terlanjur memiliki pola pikiir, "kalau bisa diperlama ngapain dipercepat" itulah culture pelayanan  kita. Puncak dari itu semua adalah UUD (ujung-ujungnya Duit)

Dalam benak saya, saat akan memperpanjang UWTO adalah mudah dan murah, namun setelah dijalani prosesnya sangat melelahkan dan rumit. 

Pertama, anda harus mengajukan surat permohonan perpanjangan UWTO di PTSP Gedung Sumatera Expo dengan menyertakan surat permohonan dan berkas tanah kita, mulai dari sertifikat tanah, gambar Pecah Lahan, dsb.

Setelah itu, anda harus menunggu berkas anda diproses oleh bagian lahan untuk dikeluarkan biaya perpanjangan lahan tersebut (dari pengalaman teman saya bisa memakan waktu 3-4 bulan)

Jika tagihan pembayaran sudah dikeluarkan, anda harus membayar dan menyerahkan bukti pembayaran UWTO ke bagian lahan. Kemudian bagian lahan akan membuatkan S-Kep. Proses in bisa memakan waktu hingga 6-8 bulan dan itu tidak gratis harus bayar (kisaran jutaan juga) padahal kita sudah membayar UWTO.

Setelah S-Kep keluar, berikutnya kita mengajukan perpanjangan sertifikat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) proses di BPN juga membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan ada yang sampai bertahun-tahun.

Padahal rumah yang kita tempati itubeli dan harganya tidak murah, untuk memperpanjang ijin lahan saja harus lama prosesnya.

Mudah-mudahan rencana Pak Menteri ATR/BPN untuk menghapus UWTO  menjadi kenyataan. Mengingat selain membayar UWTO, pemilik rumah di Batam juga wajib membayar PBB tiap tahunnya. Jadi lebih baik dihilangkan saja pungutan UWTO nya.





    Choose :
  • OR
  • To comment
1 komentar:
Write komentar