Kamis, 17 Maret 2016

Hadiah Penjara bagi sang Inovator

Mengawali tulisan ini saya ingin mengajak anda sejenak mengingat kemampuan anak negeri yang sanggup membuat pesawat terbang sendiri. Pada tanggal 10 Agustus 1995 secara resmi pesawat yang diberi nama N-250 itu diujicoba dan sukses dengan terbang selama 55 menit.


Pada saat itu saingan dari Pesawat N-250 adalah ATR 42-500, Fokker F-50 dan Dash 8-300 dan N-250 adalah pesawat dengan spesifikasi paling baik dengan mengadopsi teknologi tercanggih saat itu. Namun apa hendak dikata, tahun 1998 krisis ekonomi menghantam Indonesia membuat negeri ini harus menerima hutang dari IMF yang entah kenapa mereka memberi syarat agar N-250 dihentikan proses produksinya, padahal bagi Indonesia selaku negara yang tediri dari gugusan pulau adalah pasar yang besar bagi industri pesawat terbang agar dapat menghubungkan satu pulau ke pulau yang lain.

Kisah itu sengaja saya jadikan pembuka tulisan ini untuk mengingatkan kembali bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mumpuni, mampu menghasilkan produk yang berkualitas.
Namun akhir dari setiap karya anak bangsa selalu berakhir tragis, jika N-250 pabriknya ditutup, lain halnya dengan mobil listrik nasional yang berakhir sangat menyedihkan, dimana sang inovatornya harus dimasukkan ke penjara.

Semua berawal dari impian Dasep yang ingin mengembangkan mobil listrik nasional, kemudian didukung oleh Pak Dahlan Iskan selaku Meneg BUMN saat itu.

Dengan bonus demografi yang dimiliki Indonesia, negara ini merupakan pasar yang menjanjikan bagi bisnis otomotif. Apalagi mobil listrik memiliki banyak kelebihan dibanding mobil bertenaga minyak.

Namun ya begitu di Negera Transisi, setiap Inovasi yang menghasilkan akan dimatikan dan dipenjarakan, agar tidak dilanjutkan proses produksinya, sang inovator mobil listrik Indonesia berakhir di jeruji besi. 

Miris, tapi begitulah realita nasip kita saat ini sebagai negara berkembang yang masih dalam fase transisi ekonomi menuju negara maju akan selalu dikalahkan. Banyak Negara yang tidak ingin Indonesia menjadi produsen, karena akan mengancam pasar mereka.

    Choose :
  • OR
  • To comment
Tidak ada komentar:
Write komentar